PROPOSAL PENELITIAN
PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN
PENYAKIT GASTRITIS PADA MAHASISWA
DI JALAN SIMPANG IJEN BLOK A
PROPOSAL
PENELITIAN
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Bahasa Indonesia
yang dibina oleh bapak Dr. Didin Widyartonoo, S.S., S.Pd., M.Pd
Oleh
Rizcha Rachmawati
P17210184094

POLITEKNIK
KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
D3 KEPERAWATAN MALANG
Oktober 2018
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillah, segala puji bagi
Allah swt, tuhan semesta alam atas berkah dan hidayah-nya penulisan skripsi ini
dapat dirampungkan. Sholawat dan salam dihaturkan kepada junjungan Nabi Muhammad
saw, karena perjuangan beliau kita dapat menikmati iman kepada Allah swt.
Ketika hendak memulai sampai
akhir penyusunan proposal penelitian ini yang berjudul “Pengetahuan tentang Pencegahan
Penyakit Gastritis Pada Mahasiswa Di Jalan Simpang Ijen Blok A” peneliti terus
memanjatkan doa semoga dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik walaupun
banyak halangan dan rintangan tetapi berkat kekuatan yang diberikan-Nya
Alhamdulillah skripsi ini dapat terselesaikan.
Karya ini penulis persembahkan
untuk kedua orang tua tercinta, kakakku tersayang, yang senantiasa mendoakan,
memberikan kasih sayang, dan dukungan moril maupun materil kepada saya.
Penulis menyadari bahwa
meskipun proposal penelitian ini dibuat dengan usaha yang maksimal dari
peneliti, tidak menutup kemungkinan di dalamnya masih terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, penulis terbuka dalam menerima kritik dan saran yang bersifat
membangun sehingga dapat berkarya lebih baik lagi pada masa yang akan datang.
Akhirnya, harapan dan doa
penulis adalah semoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi
pengembangan dan bernilai ibadah disisi-Nya Amin.
Malang, 16 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Ucapan Terima Kasih................................................................................................ i
Daftar Isi.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang........................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah...................................................................................2
1.3 Tujuan......................................................................................................3
1.3.1 Tujuan Umum.......................................................................3
1.3.2 Tujuan Khusus........................................................................3
1.4 Manfaat................................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengetahuan .......................................................................................... 4
2.1.1.
Pengertian
Pengetahuan................................................................. 4
2.1.2.
Tingkat Pengetahuan...................................................................... 4
2.2
Mahasiswa.............................................................................................. 5
2.2.1. Pengertian
Mahasiswa..................................................................... 5
2.3
Gastritis ................................................................................................. 6
2.3.1 Pengertian
Gastritis......................................................................... 6
2.3.2 Jenis Gastritis.................................................................................. 6
2.3.3 Penyebab Penyakit
Gastritis........................................................... 7
2.3.4 Manifestasi
Klinik......................................................................... 10
2.3.5Pencegahann
Penyakit Gastritis .................................................... 12
BAB III METODOLOGI
3.1 Metodologi....................................................................................... 14
3.2 Subjek,
Lokasi, dan Waktu Penelitian.............................................. 14
3.3 Definisi
Operasional......................................................................... 14
3.4 Instrumen
Penelitian......................................................................... 15
3.5 Prosedur
Pengumpulan Data............................................................ 15
3.6 Analisis
Data..................................................................................... 15
BAB IV HASIL PENEELITIAN DAN
PEMBAHASAN
4.1
Data Lokasi.......................................................................................... 16
4.2
Data Umum.......................................................................................... 16
4.3
Data Khusus......................................................................................... 17
4.4
Interpretasi........................................................................................... 17
4.5
Pembahasan.......................................................................................... 17
4.6
Keterbatasan Penelitian........................................................................ 19
BAB V PENUTUP
5.1
Kesimpulan........................................................................................... 20
5.2
Saran..................................................................................................... 20
DAFTAR RUJUKAN........................................................................................... 21
LAMPIRAN.......................................................................................................... 22
BAB
I
PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan (1) Latar
belakang, (2) Rumusan masalah, (3) Tujuan, (4) Manfaat. Berikut ini jabaran
masing-masing subbahasan tersebut.
1.1 Latar Belakang
Penyakit gastritis
atau dikenal dengan sakit maag merupakan peradangan (pembengkakan) dari mukosa
lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. Penyakit gastritis berbahaya jika dibiarkan terus
menerus, sehingga dapat merusak fungsi
lambung dan dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga
menyebabkan kematian. Menurut berbagai
penelitian menyimpulkan bahwa keluhan sakit pada penyakit gastritis paling
banyak ditemui akibat dari gastritis fungsional, yaitu mencapai 70- 80% dari
seluruh kasus. Menurut Saydam (2011), gastritis
fungsional merupakan sakit yang bukan disebabkan oleh gangguan pada organ
lambung melainkan lebih sering dipicu oleh pola makan yang kurang sesuai,
faktor psikis dan kecemasan.
Menurut data World Health Organization (WHO),
Indonesia menempati urutan ke empat dengan jumlah penderita gastritis terbanyak
setelah negara Amerika, Inggris dan Bangladesh yaitu berjumlah 430 juta
penderita gastritis. Menurut data dari
Kemenkes RI (2008), insiden gastritis di
Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Menurut Profil Dinkes Nasional (2010), gastritis
termasuk ke dalam sepuluh besar penyakit dengan posisi kelima pasien rawat inap
dan posisi keenam pasien rawat jalan di rumah sakit.
Kasus penyakit gastritis merupakan salah satu jenis kasus yang umumnya
diderita oleh kalangan remaja, khususnya penyakit ini meningkat pada kalangan
mahasiswa. Disebabkan oleh berbagai faktor misalnya tidak teraturnya pola
makan, gaya hidup yang salah dan meningkatnya aktivitas (tugas perkuliahan)
sehingga mahasiswa tersebut tidak sempat untuk mengatur pola makannya dan malas
untuk makan. Pola makan terdiri dari frekuensi makan dan jenis makanan. Menu seimbang perlu dimulai
dan dikenal dengan baik, sehingga akan terbentuk kebiasaan makan yang
seimbang. Pola makan yang baik dan teratur merupakan
salah satu dari tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis. Menurut
Fahrur (2009), penyembuhan gastritis membutuhkan pengaturan makanan sebagai
upaya untuk memperbaiki kondisi pencernaan, disamping itu gastritis juga dapat
disebabkan oleh stress.
Mengingat besarnya bahaya gastritis, maka perlu adanya
suatu pencegahan atau penanganan terhadap bahaya komplikasi gastritis. Upaya
untuk meminimalkan bahaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran
masyarakat tentang hal-hal penyebab penyakit gastritis, salah satunya pengetahuan mahasiswa
tentang faktor-faktor pencetus kambuhnya penyakit gastritis.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh
peneliti tanggal 20 Agustus 2018 kepada
mahasiswa di Jalan Simpang Ijen Blok A, 8 dari 10 mahasiswa memiliki
pola makan yang kurang sehat seperti telat makan, suka mengkomsumsi
makan-makanan pedas dan goreng-gorengan yang dapat menyebabkan gastritis 6 dari
10 mahasiswa menderita gastritis. Peneliti memilih mahasiswa di Jalan Simpang
Ijen Blok A karena pada kenyataanya di temukan beberapa mahasiswa umumnya
memiliki gaya hidup yang kurang sehat seperti kurang memperhatikan makanan yang
dikonsumsi baik pola makan maupun jenis makanan yang dikonsumsi, selain itu
tidak jarang dari mereka yang memperhatikan untuk makan tepat waktu di
karenakan kesibukan dikampus maupun di luar kampus. Mengingat besarnya dampak
yang dapat terjadi diakibatkan oleh penyakit gastritis ini khususnya pada
mahasiswa maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengetahuan
Tentang Pencegahan Penyakit Gastritis pada Mahasiswa di jalan Simpang Ijen Blok
A”
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, berikut ini rumusan
masalah.
Bagaimana perilaku pencegahan mahasiswa terhadap penyakit gastritis?
1.3
Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Mengetahui pengetahuan mahasiswa terhadap pengertian,
jenis, dampak, dan pencegahan penyakit
gastritis.
1.3.2 Tujuan
khusus
Berikut
tujuan khusus pada makalah ini.
1.
Memberikan
pengetahuan terhadap pernyakit gastritis.
2.
Mengetahui pencegahan penyakit gastritis.
1.4
Manfaat
Adapun manfaat
yang diharapkan dari proposal ini adalah:
1.
Memberikan
pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit gastritis dan pencegahannya.
2.
Menambah
pengetahuan dan pengalaman penulis tentang penyakit gastritis.
3.
Sebagai sumber
bacaan/referensi bagi peneliti selanjutnya
dan peneliti sendiri, khususnya tentang pengaruh stress terhadap penyakit gastritis.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Bagian ini
menjelaskan tentang (1) Pengetahuan, (2) Mahasiswa, dan (3) Gastritis.
Berikut ini
jabaran masing-masing subbahasan tersebut.
2.1. Pengetahuan
2.1.1Pengertian Pengetahuan
Menurut Surajiyo
(2007:26), pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu atau segala perbuatan
manusia untuk memahami suatu obyek yang dihadapinya,
atau merupakan
hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu.
Menurut Notoadmodjo (2007), pengetahuan (knowledge) juga diartikan sebagai hasil
penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra
yang dimilikinya (mata, hidung dan sebagainya), dengan sendirinya pada waktu
pengindraan sehingga menghasilkan pengetahuan. “Hal tersebut sangat dipengaruhi
oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek” (Notoadmodjo, 2007).
Menurut Mubarak (2007), pengetahuan merupakan hasil dari mengingat
suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara
sengaja maupun tidak sengaja dan terjadi setelah orang melakukan kontak atau
pengamatan terhadap suatu objek tertentu.
2.1.2 Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat
penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, sebab dari pengalaman dan hasil
penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik
daripada tidak didasari oleh pengetahuan.
Pengetahuan
yang cukup mempunyai enam tingkatan
yaitu:
a.
Tahu
Tahu berarti mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat kembali terhadap
suatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang
telah diterima. Sehingga, tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.
b.
Memahami
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, yang dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
c.
Aplikasi
Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menggunakan materi telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya.
d.
Analisis
Analisis atau kemampuan untuk menjabarkan materi atau
suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur
organisasi tersebut dan masih ada kaitanya satu sama lain.
e.
Sintesis
Menurut Notoatmojo (2007), evaluasi ini berkaitan dengan
kemampuan untuk melakukan austisfikasi atau penilaian terhadap suatu materi
objek., penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
2.2
Mahasiswa
2.2.1 Pengertian Mahasiswa
Menurut KBBI, mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi serta dalam
struktur pendidikan Indonesia menduduki jenjangsatuan
pendidikan tertinggi di antara yang lainnya.
Menurut Nurnaini (2014), mahasiswa merupakan setiap orang
yang secara resmi telah terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi
dengan batas usia sekitar antara 18 – 30 tahun. Mahasiswa juga diartikan suatu
kelompok dalam masyarakat yang memperoleh status karena memiliki ikatan dengan
perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan seorang calon intelektual ataupun
cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan
berbagai predikat dalam masyarakat itu.
2.3 Gastritis
2.3.1 Pengertian Gastritis
Ø Menurut Kapita Selekta Kedokteran (1999), gastritis atau tukak lambung yang sering kita kenal dengan penyakit maag merupakan sekumpulan keluhan atau
gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak atau sakit di perut bagian atas
yang menetap atau mengalami kekambuhan karena adanya inflamasi dari mukosa lambung.
Ø Menurut Tambunan (1994), gastritis
ditandai dengan adanya radang pada mukosa yang ditandai dengan infiltrasi sel
netrofil atau infiltrasi sel limfosit, sel plasma dan eosinofil dengan atau
tanpa simtom.
Ø Sedangkan menurut Harrison (2000), gastritis adalah inflamasi mukosa lambung dan bukan merupakan
penyakit yang tunggal, atau lebih tepatnya suatu kelompok penyakit yang mempunyai
perubahan peradangan pada mukosa lambung yang sama tetapi ciri klinis,
karakteristik histologi, dan patogenitas yang berlainan.
Ø Menurut kamus bahasa Indonesia (1976), kambuhan merupakan suatu keadaan jatuh sakit lagi atau munculnya
kembali gejala penyakit yang lebih sakit dari sakit yang terdahulu.
2.3.2
Jenis Gastritis
Secara garis besar, ada 2 jenis penyakit gastritis,
yakni:
·
Gastritis Akut
Ø
Penyakit maag akut
adalah inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg
ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) akut dari
lambung, dan biasanya terbatas hanya pada muklosa. Penyakit maag akut dapat
terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
·
Gastritits Kronis
Ø
Lambung penderita
penyakit maag kronis mungkin mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap
mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan
gangguan fungsi organ tubuh).
Jenis penyakit maag
berdasarkan tingkat keparahan, dibedakan menjadi:
*
Gastritis ringan
Gastritis ringan
masih tergolong tahap ringan dimana biasanya setiap orang sudah berada di tahap
ini, jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam lambung berlebih di bagian
dinding.
*
Gastritis sedang
Gastritis pada
tahap ini sudah menyebabkan nyeri, sakit, dan mual yang menyakitkan.
*
Gastritis kronis
Gastritis kronis
adalah maag yang sudah parah intensitasnya di bandingkan maag biasa.
*
Kanker lambung
2.3.3 Penyebab Penyakit Gastritis
Beberapa
penyebab dari gastsritis antara lain:
a)
Makan Tidak Teratur
Atau Terlambat Makan
Kebiasaan
menunggu lapar dulu, baru makan dan saat makan langsung makan banyak. Makan
tidak teratur mengakibatkan produksi asam lambung meningka
b)
Disebabkan Oleh
Bakteri Helicobacter pylori
Bakteri Helicobacter pylory adalah bakteri yang
hidup di bawah lapisan selaput lendir dinding bagian dalam lambung. Fungsi
lapisan lendir sendiri adalah untuk melindungi kerusakan dinding lambung akibat
produksi asam lambung. Menurut Kurnia (2009), infeksi yang diakibatkan bakteri Helicobacter menyebabkan
peradangan pada dinding lambung yang disebut gastritis.
c)
Banyak Merokok
Asam nikotinat pada rokok dapat mengakibatkan adhesi
thrombus yang berkontibusi pada penyempitan pembuluh darah sehingga suplai
darah ke lambung, mengalami penurunan. Penurunan suplai darah
ke lambung dapat berdampak pada penurunan
produksi mukus yang salah satu fungsinya untuk melindungi lambung dari iritasi.
Selain itu CO2 yang dihasilkan oleh rokok lebih mudah diikat Hb dari
pada oksigen sehingga memungkinkan penurunan perfusi jaringan pada lambung.
Kejadian gastritis pada perokok juga dapat dipicu oleh pengaruh asam nikotinat
yang menurunkan rangsangan pada pusat makan, perokok menjadi tahan lapar
sehingga asam lambung dapat langsung mencerna mukosa lambung bukan makanan
karena tidak ada makanan yang masuk.
d)
Stress Berat
Stress psikologi akan meningkatkan aktivitas saraf
simpatik yang dapat merangsang peningatan produksi asam lambung, sehingga jika
seseorang mengalami stress, bisa muncul kelainan dalam lambungnya. Stress bisa
menyebabkan terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh. Perubahan itu akan
merangsang sel-sel dalam lambung yang kemudian memproduksi asam secara
berlebihan. Asam yang berlebihan dapat membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung, sehingga lama-kelamaan hal ini dapat menimbulkan
luka di dinding lambung.
e)
Kurang Istirahat
f)
Pemberian Obat
Kemoterapi
Obat kemoterapi mempunyai sifat dasar merusak sel yang
pertumbuhanya abnormal, perusakan ini ternyata dapat juga mengenai sel inang
pada tubuh manusia. Pemberian kemoterapi juga dapat mengakibatkan kerusakan
langsung pada epitel mukosa lambung.
g)
Efek Samping
Obat-Obatan
Menurut Yuliarti (2009), konsumsi obat penghilang rasa
nyeri, seperti Nonsteroid antiinflamatory drugs (NSIDs) misalnya aspirin,
ibuproven (Advil, Motrin dll), juga naproxen (aleve), yang terlalu sering dapat
menyebabkan penyakit gastritis, baik itu gastritis akut maupun kronis.
h)
Asam Empedu
Asam empedu adalah cairan yang membantu pencernaan lemak.
Asam empedu diproduksi di hati dan dialirkan ke kantong empedu. Ketika keluar dari
kantong empedu akan dialirkan ke usus kecil (duodenum). Normalnya, cincin pylorus (pada bagian bawah lambung) akan
mencegah aliran asam empedu ke dalam lambung setelah dilepaskan ke duodenum. Menurut
Yuliarti (2009), apabila cincin pylorus rusak dan tidak bisa menjalankan
fungsinya dengan baik atau dikeluarkan karena pembedahan maka asam empedu akan
mengalir ke lambung sehingga mengakibatkan peradangan dan gastritis kronis.
i)
Serangan Terhadap
Lambung
Sel yang dihasilkan oleh tubuh dapat menyerang lambung.
Kejadian ini dinamakan autoimun gastritis. Kejadian ini memang jarang terjadi,
tetapi bisa terjadi. Autoimun pada penyakit gastritis sering terjadi pada orang yang terserang
penyakit Hashimoto’s disease, Addison’s disease dan diabetes tipe I.
Menurut Kurnia (2009), autoimun gastritis juga berkaitan
defisiensi B12 yang dapat membahayakan tubuh.
j)
Uremia
Ureum pada darah dapat mempengaruhi proses metabolisme di
dalam tubuh terutama saluran pencernaan (gastrintestinal uremik). Perubahan ini
dapat memicu kerusakan pada epitel mukosa lambung.
k)
Iskemia Dan Syok
Kondisi iskemia dan syok hopovolemia mengancam mukosa
lambung karena menurunkan perfusi jaringan lambung yang dapat mengakibatkan
nekrosis lapisan lambung.
l)
Trauma Mekanik
Trauma mekanik yang mengenai abdomen seperti benturan
saat kecelakaan yang cukup kuat juga dapat menjadi penyebab gangguan keutuhan
jaringan lambung.
“Kadang kerusakan tidak sebatas mukosa, tetapi tubuh.
Radiasi yang beresiko terhadap gastritis erosive adalah radiasi baik untuk
diagnostic maupun radiasi untuk pengobatan kanker pada abdomen” (Sukarmin,
2012).
2.3.4. Manifestasi Klinik
Manifestasi klinik yang muncul berbeda sesuai dengan
jenis gastritis. Gejala klinis itu antara lain:
a)
Gastritis akut
erosive sangat bervariasi, mual dari yang sangat ringan asimtomatik sampai yang berat dan dapat menimbulkan
kematian. Penyebab kematian yang sangat penting adalah adanya perdarahan
gaster. Gejala yang sangat mencolok adalah:
1.
Hematematis dan
melena yang dapat berlangsung sangat hebat sampai terjadi renjatan karena
kehilangan darah.
2.
Pada sebagian besar
kasus, gejalanya amat ringan bahkan asimtomatik. Keluhan itu misalnya nyeri yang
timbul pada ulu hati, biasanya ringan dan tidak dapat
ditunjuk dengan tepat lokasinya.
3.
Mual- mual dan
muntah.
4.
Perdarahan saluran
cerna.
5.
Pada kasus yang
amat ringan perdarahan bermanifestasi sebagai darah samar pada tinja dan secara
fisis akan dijumpai tanda-tanda anemia defesiensi dengan etiologi yang tidak
jelas.
6.
Pada pemeriksaan
fisis biasanya tidak ditemukan kelainan kecuali meraka yang mengalami
perdarahan yang hebat sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan
hemodinamik yang nyata seperti hipotensi, pucat, keringat dingin, takikardia
sampai gangguan kesadaran.
Hipotensi diakibatkan oleh penurunan cairan dalam darah
yang mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah terhadap dinding
pembuluh. Perdarahan
juga mengakibatkan penurunan sel darah merah dan hemoglobin yang menurunkan
ikatan oksigen yang sampai ke jaringan di dalam tubuh. Proses metabolisme tubuh yang sebagian besar yang
berlangsung secara aerobic untuk proses kalorigenik menjadi menurun karena
penurunan ikatan oksigen. Sebagian kompensasi pemenuhan kebutuhan jaringan
jantung akan berdenyut lebih cepat (takikardia).
b)
Gastritis Kronis
Non Erosive
1.
Gejalanya
berbeda-beda setiap orang dan kadang tidak jelas.
2.
Perasaan penuh,
anoreksia. Perasaan cepat penuh (kenyang) diakibatkan sekresi yang berlebihan pada lambung ketika
ada makanan yang masuk. Sehingga kapasitas makanan menjadi menurun karena
sebagian besar telah diisi oleh mucus dan cairan sekresi.
3.
Distres yang tidak
nyata sering berkaitan dengan perasaan gaster seperti penuh padahal kalau
dilakukan pengecekan secara detail lambung tidak mengalami peningkatan
intralumenya. Proses ini terkait dengan adaptasi psikologi yang berlangsung
lama, jadi penderita seolah-olah terbawa emosi lambungnya terasa penuh terus.
4.
Cepat kenyang,
prosesnya seperti lambung terasa cepat penuh.
c)
Gastritis Atropi
1.
Nyeri epigastrik
2.
Anemia pernisiosa
3.
Mual dan muntah
d)
Gastritis Reaktif
1.
Muntah yang
berlebihan
Kegagalan atau ketidak sempurnaan hasil operasi organ
abdomen dapat mengakibatkan gangguan pada duktus enzim pencernaan. Gangguan itu
dapat merangsang refleks refluks gastroesofagial seperti refluks enzim lipase
dari pangkreas dan garam empedu dari hepar yang meningkatkan peningkatan mukosa
lambung.
Refluks dapat memicu peningkatan sekresi lambung dan
rangsangan saraf vagus berkaitan kenaikan mobilitas lambung yang berakibat
muntah.
2. Lemah
“Lemah dapat diakibatkan oleh penurunan cairan dan nutrisi
oleh muntah yang berlebihan” (Sukarmin, 2012).
2.3.5 Pencegahan Penyakit
Gastritis
1. Biasakan
makan secara teratur dan sesuai jadwal, makanlah dengan tenang dan tidak
terburu-buru, jangan makan makanan yang terlalu panas atau dingin karena dapat
menimbulkan rangsangan pada lambung. Mengonsumsi makanan yang mudah di cerna
oleh tubuh, jangan biarkan lambung kosong terlalu lama dan jangan makan
berlebihan, kurangi makanan yang pedas dan asam seperti acar, kari lada, kafein,
dan makanan yang dapat merangsang sekresi lambung seperti kangkung, kol, dan nangka.
2. Hindari
Rokok
Ada
banyak sekali metode yang biasa dipakai untuk mendorong perokok agar dapat menghilangkan kebiasaan
itu. Misalnya buatlah catatan harian untuk mengetahui berapa banyak uang yang
anda habiskan untuk membeli sebuah rokok sehingga kita atau pengeluaran
sehari-hari. Yakinkanlah diri anda untuk dapat berhenti merokok.
3. Hindarilah
minum minuman yang berakohol, kopi, teh kental, soda yang berlebihan.
4. Berolahraga teratur.
5. Kendalikan
stress dan
emosi dengan baik. Stres dan ketegangan kini menjadi suatu bagian integral dari
kehidupan agar dapat mengatasi secara efektif, harus mahami ambisi, rasa takut
dan kecemasan. Suatu kesadaran pribadi akan membuat anda mempunyai bekal yang
jauh lebih untuk menghadapi perubahan dan stres.
6. Membiasakan
pola tidur yang teratur dan usahakan dapat beristirahat yang cukup pada malam
hari. Usahakan dapat tidur minimal 8 jam dan siang hari dapat beristirahat
dengan rilek selama 1 jam.
7. Mengonsumsi
obat sakit maag yang biasanya bersifat antasid yang dimana dapat menurunkan
keasaman cairan dilambung dengan cara menaikan pH, sehingga untuk sementara gejala sakit
akan hilang. Namun, biasanya kesembuhan tersebut
bersifat sementara karena lambung masih lemah akibat erosi, serta belum
seimbangnya produksi kelenjar-kelenjar lambung.
8. Dianjurkan
minum susu, karena selain bisa menetralkan asam lambung yang berlebihan, susu
juga banyak mengandung protein dan kalsium yang sangat berguna dalam pergantian
sel-sel jaringan tubuh.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metodologi
Penelitian
ini menggunakan rancangan deskriptif. Menurut Nursalam (2008), penelitian
deskriptif bertujuan untuk
mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa peristiwa penting yang terjadi pada masa
kini. Deskripsi dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan pada data
faktual daripada kesimpulan.
3.2 Subjek, Lokasi, dan
Waktu Penelitian
Pengertian subjek menurut Kerlinger (1978), subjek yaitu seseorang
yang menanggapi pengobatan diberikan kepadanya.
Subjek
penelitian: 1. Mahasiswa Jalan Simpang Ijen Blok A.
2. Mahasiswa yang
bersedia menjadi subjek penelitian.
Lokasi dan Waktu Penelitian
a) Lokasi penelitian adalah tempat yang dilakukan oleh
peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian (Notoatmodjo,2012). Penelitian ini dilakukan di Jaln Simpang Ijen Blok A.
b) Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah rencana tentang jadwal yang doilakukan oleh
peneliti dalam melaksanaakan kegiatan penelitiannya (Notoatmodjo,2012). Penelitian ini akan dilakukan pada tanggal 1 Oktober
2018.
3.3 Definisi Operasional
Menurut
Notoatmodjo (2010), definisi operasional merupakan
definisi yang membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang
diamati atau diteliti.
Variabel
|
Definisi Operasional
|
Tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penyakit dan pencegahan penyakit gastritis
|
Kemampuan warga
menjawab dengan benar kuesioner tentang penyakit gastritis dan cara pencegahan
|
Tabel 1.1 (Notoatmodjo,
2010)
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini adalah berupa
pertanyaan-pertanyaan atau kuesioner. Kuesioner
adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
dari subjek/responden dalam arti laporan tentang hal-hal yang ia ketahui
(Arikunto,2010). Pertanyaan
dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan
kisi-kisi yang diambil dari teori tentang penyakit
gastritis dan cara pencegahan dan telah disediakan
jawabannya sehingga subjek tinggal memilih jawaban yang menurutnya benar.
3.5 Prosedur Pengumpulan Data
1.
Mencari responden
2.
Menjelaskan maksud
dan tujuan
3.
Membuat kesepakatan
4.
Melakukan wawancara
dan memberikan kuesioner
5.
Data terkumpul dan
melakukan analisa
6.
Membuat kesimpulan
Cara
pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan lembar pernyataan persetujuan
dan membagikan kuesioner pada mahasiswa
yang telah bersedia menjadi subjek penelitian,kemudian menjelaskan cara
pengisiannya.
3.6 Analisis Data
Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis univariat (analisis
yang dilakukan untuk satu variabel atau per variabel).
No
|
Nilai
|
Keterangan
|
1
|
85-100
|
Baik
|
2
|
55-84
|
Cukup
|
3
|
0-54
|
Kurang
|
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini diuraikan
tentang hasil penelitan dan pembahasan sesuai dengan tujuan penelitian yang
telah ditetapkan. Hasil penelitian disajikan dalam gambaran lokasi
penelitian,data umum responden,data khusus dan pembahasan.
4.1 Data Lokasi
Penelitian
dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2018 di jalan Simpang Ijen Blok A, Oro-oro Dowo merupakan salah satu komplek yang terdapat di
Kecamatan Klojen. Di jalan
simpang ijen terdapat banyak rumah yang dijadikan kos-kosan bagi mahasiswa
maupun mahasiswi.
Wawancara berjalan dengan baik namun ada
sedikit kendala yang menghalangi lancarnya wawancara. Kendala tersebut
diantaranya situasi kosan yang cukup bising karena lokasi kosan banyak
anak kecil dan teman satu kos. Akibatnya komunikasi
dengan para responden terkadang tidak
terdengar dengan jelas sehingga harus mengulang pertanyaan maupun jawaban. Hal
ini menyebabkan wawancara berlangsung lama. .
Pada saat wawancara para responden bisa
kooperatif, namun terkadang sulit untuk mendapatkan kejelasan data karena
jawaban para responden terbatas.
Meskipun ada beberapa kendala namun proses wawancara tetap dapat dilaksanakan
dengan baik. Setelah semua pertanyaan terjawab pelaksanaan wawancara dapat
diakhiri dengan baik.
4.2
Data Umum
Gambaran umum
responden menggambarkan tentang subjek penelitian secara umum dimana jumlah
keseluruhan subjek 3 orang yang memiliki penyakit gastritis.
Inisial
|
Usia
|
Pekerjaan
|
Pendidikan Terakhir
|
Nn. M
|
18
|
Mahasiswi
|
SMA
|
Tn. G
|
19
|
Mahasiswi
|
SMA
|
Nn. E
|
22
|
Mahasiswi
|
SMA
|
4.3 Data Khusus
Data khusus pada
penelitian ini akan menyajikan tingkat pengetahuan mahasiswa di jalan Simpang Ijen Blok A. Penelitian
tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penyakit gastritis dan pencegahannya adalah
sebagai berikut:
Pengetahuan
mahasiswa
tentang pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen Blok A sebagai
berikut.
No
|
Inisial
|
Pengetahuan
|
Pencegahan
|
Nilai
|
||
Benar
|
Salah
|
Benar
|
Salah
|
|||
1
|
Nn. M
|
14
|
6
|
8
|
7
|
65
|
2
|
Tn. G
|
11
|
9
|
5
|
10
|
53
|
3
|
Nn. E
|
15
|
5
|
9
|
6
|
71
|
Sumber: Data primer
Berdasarkan
tabel di atas, tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan
penyakit gastritis pada kategori pengetahuan baik sebanyak 0 responden, pengetahuan
cukup sebanyak 2 responden dan
pengetahuan kurang sebanyak 1 responden.
4.4
Interpretasi
Hasil dari penilaian 3 responden didapat
hasil.
No.
|
Pengetahuan
|
Frekuensi
|
Persentase (%)
|
1.
|
Baik
|
0
|
0%
|
2.
|
Cukup
|
2
|
67%
|
3.
|
Kurang
|
1
|
33%
|
Total
|
3
|
100%
|
Berdasarkan
tabel di atas, tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan
penyakit gastritis pada kategori pengetahuan baik sebanyak 0 responden (0%). Pengetahuan
cukup sebanyak 2 responden (67%) yaitu responden Nn. M, dan Nn. E. Dan
pengetahuan kurang sebanyak 1 responden (33%) yaitu Tn. G.
4.5 Pembahasan
Menurut Surajiyo
(2007:26), pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu atau segala perbuatan
manusia untuk memahami suatu obyek yang dihadapinya,
atau merupakan
hasil usaha manusia untuk memahami suatu objek tertentu. ‘Pengalaman
muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau
kejadian tertentuyang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya” (Jalal,
2010).
Salah satu pengetahuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa yaitu pengetahuan
tentang gastritis. “Gastritis
atau tukak lambung yang sering kita kenal dengan penyakit maag merupakan
sekumpulan keluhan atau gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak atau
sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan karena adanya
inflamasi dari mukosa lambung” (Kapita selekta kedokteran, 1999).
Dari hasil penelitian pengetahuan para responden tentang
penyakit gastritis baik, namun untuk perilaku pencegahan penyakit gastritis
masih kurang. Peningkatan pengetahuan saja tidak
cukup untuk mencegah terjadinya gastritis tanpa diiringi dengan tindakan nyata
dalam kehidupan sehari-hari Sehingga dapat
disimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki
perilaku pencegahan gastritis dengan kategori cukup dikarenakan oleh pola makan yang sudah baik yaitu makan dalam jumlah kecil tapi
sering serta memperbanyak makan makanan yang
mengandung tepung, seperti nasi, jagung, dan roti
yang akan menormalkan produksi asam lambung. Mengurangi makanan yang dapat mengiritasi lambung, misalkan makanan yang pedas,
asam, gorengan, dan berlemak. Menurut
Nurheti (2009), bahwa pencegahan kekambuhan pada gastritis
dapat dicegah agar penyakit tidak terjadi dan
berulang dengan dilakukan beberapa tindakan
dan salah satunya adalah dengan menjaga pola
makan yang baik dan teratur.
Disisi lain masih ditemukan pada mahasiswa yang memiliki
pencegahan kurang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola hidup yang
tidak sehat, makan tidak teratur, stress, dan lain-lain. Usia muda dan dewasa
juga termasuk dalam kategori usia produktif. Pada usia tersebut merupakan usia
dimana berbagai kesibukan karena pekerjaan, kuliah, dan kegiatan lainnya.
Sehingga lebih cenderung untuk terpapar faktor-faktor yang dapat meningkatkan
resiko untuk terkena gastritis, seperti pola makan yang tidak teratur, kebiasaan
merokok, dan pola hidup tidak sehat lainnya akibat berbagai aktivitas dan
kesibukan di usia produktif tersebut.
Secara keseluruhan
pengetahuan tentang pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen Blok A
cukup baik.
4.6 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain:
1.
Kosan di Jalan Simpang Ijen Blok
A terdapat banyak anak kecil dan teman kos sehingga menyebabkan kebisingan.
2.
Waktu penelitian yang sangat singkat karena
para
responden jarang ada di kosan sehingga menyebabkan data
yang diperoleh hanya sedikit.
3.
Jumlah responden yang hanya tiga.
4.
Keterbatasan instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini karena instrument dibuat.
5.
Dimodifikasi oleh
peneliti sendiri.
BAB
V
PENUTUP
Dalam bab ini membahas tentang 1) kesimpulan dan 2) saran. Berikut ini
uraian tentang masing masing subbahasan tersebut.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Oktober
2018 dengan
judul Pengetahuan Tentang pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen
Blok A dapat disimpulan sebagai berikut:
1.
Tingkat pengetahuan mahasiswi
tentang pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen Blok A pada tingkat
baik sebanyak 0 responden (0%).
2.
Tingkat pengetahuan mahasiswi
tentang pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen Blok A pada tingkat
cukup sebanyak 2 responden (67%).
3.
Tingkat pengetahuan siswi tentang
pencegahan penyakit gastritis di jalan Simpang Ijen Blok A pada tingkat kurang
sebanyak 1 responden (33%).
4.
Jadi tingkat pengetahuan siswi
tentang pencegahan penyakit gastritis jalan
Simpang Ijen Blok A terbanyak dalam kategori cukup sebanyak 2 responden (67%).
5.
Pengetahuan tentang
penyakit gastritis baik namun dalam pencegahan penyakit gastritis masih kurang,
dikarenakan stress, kurang menjaga kebersihan
makanan.
5.2 Saran
Berikut saran penulis:
1.
Bagi
Ilmu Pengetahuan
Diharapkan karya tulis
ilmiah ini dapat digunakan sebagai sumber data dan bacaan untuk penelitian
selanjutnya.
2.
Bagi
Institusi
Diharapkan institusi
menambah referensi tentang pencegahan penyakit gastritis di perpustakaan
sebagai bahan bacaan.
3.
Bagi
Peneliti Selanjutnya
Diharapkan penelitian
selanjutnya mengembangan variabel dan instrument penelitian sehingga diperoleh
hasil penelitian yang bervariasi.
4.
Bagi
para pembaca
·
Agar
menjaga pola makan, kebersihan dan kesehatan diri sendiri.
·
Mengurangi
jajan sembarangan dan camilan yang tidak sehat.
Albert,Jacobus.2005.Sakit Maag, (http://www.suaramerdeka.com/harian/0508/08/ragam1.htm.) diakses pada 19 September 2018.
Cohran,
G William. 1991. Tehnik penarikan sampel.
Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta: 85-86.
Fahrur. 2009. Disiplin Waktu Tuntaskan Maag, (http://www.ngobrolaja.com/showthread.php), diakses pada 15 september 2018
Fitri
Wahyuni,(Dkk). Ketepatan Waktu Makan, Asupan Kafein, Protein Dan Tingkat
Harrison.
2000. Ilmu Penyakit Dalam. EGC
Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta: 1549-1553.
Harun
Riyanto. 2008. Gambaran Pengetahuan Klien Tentang Gastritis Di RSU Dr.
Hasanuddi. (http://www. jurnal.gizi.com pdf), di akses pada 28 September
2018.
Kapita Selekta Kedokteran.1999. Gastroenterologi.
Edisi ke tiga jilid pertama. Media Aesculapias. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Jakarta: 489-494.
Kementerian
Kesehatan. 2008. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Departemen Kesehatan
RI, Jakarta. (http://depkes.go.id/ )diakses pada 22 September 2018.
Kurnia,H.
2009. Kiat Jitu Tangkal Penyakit Orang Kantoran. Yagyakarta :Best
Murjayanah.
2010. Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Gastris. Jakarta
Notoatmodjo,
S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Notoatmodjo,
S. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Nurnaini.
(2014). Motivasi berprestasi mahasiswa penyandang tunadaksa. Skripsi. Surabaya:
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Publisher
Surajiyo.
(2007). Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Suatu
Pengantar. Jakarta :
Tambunan,
W Gani. 1994. Patologi Gastroenterologi.
EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta: 43-5
WHO. 2010. World
Health Statistics, (http://www.who.int/entity/whosis/whostat/EN_WHS10_Full.pdf?ua=1), diakses pada tanggal 17 September 2018
Komentar
Posting Komentar